Sertifikasi Guru

Program pemerintah pada tahun 2014 semua guru wajib tersertifikasi. Artinya secara formal guru-guru di Indonesia minimal berpendidikan S1 atau D4. Secara pelan namun pasti program itu terlaksana dengan baik, walaupun disana sini masih perlu penyempurnaan. Sepengetahuan saya ini adalah hasil perjuangan PGRI yang cukup panjang. Dibalik semua itu kenyataan di lapangan masih banyak teman-teman guru yang sudah memperoleh tunjangan sertifikasi 100% dari gaji pokok, belum menunjukkan perkembangan yang berarti. Semestinya tunjangan sertifikasi yang diterima bukan sepenuhnya untuk urusan perut, melainkan sebagian tunjangan itu dipergunakan untuk urusan otak (meningkatkan kompetensinya). Untuk meningkatkan kompetensinya sudah sewajarnya guru professional berusaha semaksimal mungkin dengan biaya sendiri. Menyediakan atau membeli sendiri media/alat bantu yang dibutuhkan dalam kegiatan pembelajaran seperti laptop, proyektor dan lain-lain yang berhubungan dengan profesinya sebagai pendidik. Laporan mengenai berbagai tingkah polah guru yang sudah tersertifikasi dan mendapatkan predikat sebagai guru PROFESIONAL benar-benar sangat mengecewakan rakyat Indonesia. Pejabat yang berwenang sepertinya tahu hal ini namun tidak bisa berbuat banyak untuk mengatasi hal tersebut. Kesannya tidak ada perbedaan antara guru professional dengan yang belum professional ( kata alm.Broery Pesolima ” sama saja ” ). Pembekalan kepada guru-guru yang tersertifikasi juga sangat minim, terkesan semuanya hanya formalitas. Tetapi kita juga tidak menutup mata masih ada beberapa guru yang berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan kompetensinya seperti belajar sendiri tanpa guru ( otodidak) mengenai hal-hal yang berhubungan dengan media pembelajaran berbasis ICT ( seperti pembuatan power point, animasi pendidikan, editing video pendidikan, dll ). Ayo teman-teman guru, yang sudah berpredikat guru professional mari kita tingkatkan kompetensi, sehingga benar-benar dapat mempertanggungjawabkan apa yang menjadi hak dan kewajiban kita sebagai pendidik. Jangan sia-siakan perjuangan PGRI selama ini untuk semua guru di tanah air. Dirgahayu Hari Guru ( HUT PGRI ) tanggal 25 November 2012, semoga PGRI tetap jaya selamanya

5 responses to “Sertifikasi Guru

  1. Setuju pak. Selamat hari PGRI, semoga kedepan nasib guru akan lebih baik lagi.

  2. BANG, seorang guru itu yang dinilai Ijazahnya atau kinerjanya? banyak yang Notabene S1 tapi kemampuannya sama-sama saja bahkan tidak tampak keprofesionalannya seorang guru

    • Betul sekali, tetapi kenyataan dilapangan yang dinilai adalah ijazahnya bukan KINERJA. Ditahun 2007/2008 utk memperoleh sertifikat pendidik sulitnya bukan main, nah sekarang ini sertipikat pendidik/sertifikat guru profesional diperoleh dengan hanya diklat 10 hari. Semakin tidak jelas ???

  3. yg salah itu bukan pada pendidikny…tp pada sistemnya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s