Pelaksanaan Pembelajaran (bag.2)

dicopy paste dari “Permendiknas RI Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah”.

Pelaksanaan pembelajaran merupakan implementasi dari RPP. Pelaksanaan pembelajaran meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup.

1. Kegiatan Pendahuluan

Dalam kegiatan pendahuluan, guru:

  1. menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran;
  2. mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari;
  3. menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai;
  4. menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus.

2. Kegiatan Inti

Pelaksanaan kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD yang dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

Kegiatan inti menggunakan metode yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran, yang dapat meliputi proses eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi.

a. Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

  1. melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
  2. menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
  3. memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
  4. melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
  5. memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

b. Elaborasi

Dalam kegiatan elaborasi, guru:

  1. membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
  2. memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
  3. memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
  4. memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
  5. memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
  6. memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
  7. memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
  8. memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
  9. memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

c. Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi, guru:

  1. memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
  2. memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
  3. memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
  4. memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
    1. berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengar menggunakan bahasa yang baku dan benar;
    2. membantu menyelesaikan masalah;
    3. memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
    4. memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
    5. memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

3. Kegiatan Penutup

Dalam kegiatan penutup, guru:

  1. bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
  2. melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
  3. memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
  4. merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;
  5. menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

IV. PENILAIAN HASIL PEMBELAJARAN

Penilaian dilakukan oleh guru terhadap hasil pembelajaran untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi peserta didik, serta digunakan sebagai bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar, dan memperbaiki proses pembelajaran.

Penilaian dilakukan secara konsisten, sistematik, dan terprogram dengan menggunakan tes dan nontes dalam bentuk tertulis atau lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan/atau produk, portofolio, dan penilaian diri. Penilaian hasil pembelajaran menggunakan Standar Penilaian Pendidikan dan Panduan Penilaian Kelompok Mata Pelajaran.

Proses Pembelajaran Yang Baik

Banyak sekali teori, petunjuk teknis untuk pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang dibuat oleh para ahli bidang pendidikan. Dan itu semua baik sekali bila kita terapkan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah-sekolah. Semua itu kembali pada komitmen kita sebagai pendidik yang konon katanya ujung tombak untuk mencapai kemajuan dan keberhasilan di negeri ini terutama di bidang pendidikan yaitu meningkatkan mutu pendidikan.

Agar dapat melaksanakan proses pembelajaran dengan baik para guru wajib berpedoman pada “Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah”.

Berikut ini cuplikannya :

II. PERENCANAAN PROSES PEMBELAJARAN

Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang memuat identitas mata pelajaran, standar kompetensi (SK), kompetensi dasar (KD), indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, materi ajar, alokasi waktu, metode pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian hasil belajar, dan sumber belajar.

A. Silabus Silabus sebagai acuan pengembangan RPP memuat identitas mata pelajaran atau tema pelajaran, SK, KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. Silabus dikembangkan oleh satuan pendidikan berdasarkan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL), serta panduan penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Dalam pelaksanaannya, pengembangan silabus dapat dilakukan oleh para guru secara mandiri atau berkelompok dalam sebuah sekolah/ madrasah atau beberapa sekolah, kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) atau Pusat Kegiatan Guru (PKG), dan Dinas Pendidikan. Pengembangan silabus disusun di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk SD dan SMP, dan dinas provinsi yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk SMA dan SMK, serta departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk Ml, MTs, MA, dan MAK.

B. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. RPP disusun untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. Guru merancang penggalan RPP untuk setiap pertemuan yang disesuaikan dengan penjadwalan di satuan pendidikan. Komponen RPP adalah :

1. Identitas mata pelajaran

Identitas mata pelajaran, meliputi: satuan pendidikan, kelas, semester, program/program keahlian, mata pelajaran atau tema pelajaran, jumlah pertemuan

2. Standar kompetensi

Standar kompetensi merupakan kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap kelas dan/atau semester pada suatu mata pelajaran.

3. Kompetensi dasar

Kompetensi dasar adalah sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan penyusunan indicator kompetensi dalam suatu pelajaran

4. Indikator pencapaian kompetensi

Indikator kompetensi adalah perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran. Indikator pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan

5. Tujuan pembelajaran

Tujuan pembelajaran menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar.

6. Materi ajar

Materi ajar memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi.

7. Alokasi waktu

Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar.

8. Metode pembelajaran

Metode pembelajaran digunakan oleh guru untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai kompetensi dasar atau seperangkat indikator yang telah ditetapkan. Pemilihan metode pembelajaran disesuaikan dengan situasi dan kondisi peserta didik, serta karakteristik dari setiap indikator dan kompetensi yang hendak dicapai pada setiap mata pelajaran. Pendekatan pembelajaran tematik digunakan untuk peserta didik kelas 1 sampai kelas 3 SD/MI.

9. Kegiatan pembelajaran

a. Pendahuluan

Pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan pembelajaran yang ditujukan untuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.

b. Inti

Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.

c. Penutup

Penutup merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau kesimpulan, penilaian dan refleksi, umpan balik, dan tindak lanjut.

10. Penilaian hasil belajar

Prosedur dan instrumen penilaian proses dan hasil belajar disesuaikan dengan indikator pencapaian kompetensi dan mengacu kepada Standar Penilaian.

11. Sumber belajar

Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi.

Kelompok Kerja Guru ( KKG )

Kegiatan yang dilakukan secara berkelompok oleh guru-guru di SD  diantaranya pembuatan media pembelajaran berbasis Information Communications Technologies (ICT).

Sehubungan dengan hal tersebut di atas hari ini Kamis, 29 November 2012 guru-guru SD di Gugus 04 kec. Muara Telang Kab. Banyuasin, Sumatera Selatan melaksanakan kegiatan KKG bertempat di SDN29 Muara Telang. Yang termasuk dalam satu Gugus 04 adalah : SDN6, SDN19, SDN21, SDN29 dan SDN30 Muara Telang. Dalam pembuatan animasi pembelajaran rencananya akan di pandu oleh sdr. Suwari Ahmad, S.Pd., namun karena sesuatu hal beliau tidak bisa hadir. Ketua KKG yaitu sdr Suyitno, S.Pd., secara dadakan menunjuk agar saya (penulis) memandu rekan-rekan guru dalam kegiatan ini. Saya telah berusaha mengemban amanat tersebut, namun karena banyaknya kendala seperti rendahnya tegangan listrik sehingga mengakibatkan tidak berfungsinya media pendukung,  maka hasilnya belum maksimal.

Kepada teman-teman guru SD se-gugus 04 saya mohon maaf yang seikhlas-ikhlasnya karena apa yang saya sampaikan tidak sesuai dengan harapan. Semoga teman-teman khususnya di gugus 04 tetap semangat dalam meningkatkan kompetensi sebagai pendidik.

Dirgahayu Guru Indonesia…

Sertifikasi Guru

Program pemerintah pada tahun 2014 semua guru wajib tersertifikasi. Artinya secara formal guru-guru di Indonesia minimal berpendidikan S1 atau D4. Secara pelan namun pasti program itu terlaksana dengan baik, walaupun disana sini masih perlu penyempurnaan. Sepengetahuan saya ini adalah hasil perjuangan PGRI yang cukup panjang. Dibalik semua itu kenyataan di lapangan masih banyak teman-teman guru yang sudah memperoleh tunjangan sertifikasi 100% dari gaji pokok, belum menunjukkan perkembangan yang berarti. Semestinya tunjangan sertifikasi yang diterima bukan sepenuhnya untuk urusan perut, melainkan sebagian tunjangan itu dipergunakan untuk urusan otak (meningkatkan kompetensinya). Untuk meningkatkan kompetensinya sudah sewajarnya guru professional berusaha semaksimal mungkin dengan biaya sendiri. Menyediakan atau membeli sendiri media/alat bantu yang dibutuhkan dalam kegiatan pembelajaran seperti laptop, proyektor dan lain-lain yang berhubungan dengan profesinya sebagai pendidik. Laporan mengenai berbagai tingkah polah guru yang sudah tersertifikasi dan mendapatkan predikat sebagai guru PROFESIONAL benar-benar sangat mengecewakan rakyat Indonesia. Pejabat yang berwenang sepertinya tahu hal ini namun tidak bisa berbuat banyak untuk mengatasi hal tersebut. Kesannya tidak ada perbedaan antara guru professional dengan yang belum professional ( kata alm.Broery Pesolima ” sama saja ” ). Pembekalan kepada guru-guru yang tersertifikasi juga sangat minim, terkesan semuanya hanya formalitas. Tetapi kita juga tidak menutup mata masih ada beberapa guru yang berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan kompetensinya seperti belajar sendiri tanpa guru ( otodidak) mengenai hal-hal yang berhubungan dengan media pembelajaran berbasis ICT ( seperti pembuatan power point, animasi pendidikan, editing video pendidikan, dll ). Ayo teman-teman guru, yang sudah berpredikat guru professional mari kita tingkatkan kompetensi, sehingga benar-benar dapat mempertanggungjawabkan apa yang menjadi hak dan kewajiban kita sebagai pendidik. Jangan sia-siakan perjuangan PGRI selama ini untuk semua guru di tanah air. Dirgahayu Hari Guru ( HUT PGRI ) tanggal 25 November 2012, semoga PGRI tetap jaya selamanya

Hari Guru Nasional

Minggu, 25 November 2012 secara nasional diperingati sebagai Hari Guru Nasional ( HUT PGRI ) dengan melakukan upacara bendera di masing-masing ibukota kecamatan.

Untuk menyambut Hari Guru Nasional ( HGN ) khususnya di kec. Muara Telang, Kab. Banyuasin, Prov. Sumatera Selatan, secara rutin melaksanakan kegiatan lomba/pertandingan beberapa cabang olahraga dan kegiatan bakti social.

Cabang olahraga yang dilombakan/dipertandingkan adalah : sepak bola, bulu tangkis, tenis meja dan bola volley.

Kegiatan di atas sekaligus untuk seleksi di tingkat Ranting PGRI se-Kec. Muara Telang, yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 10 November 2012, untuk menentukan pemain yang akan berlaga antar tingkat Cabang PGRI.

Rencana lomba/pertandingan olah raga antar Cabang PGRI dilaksanakan pada hari Kamis, 22 November 2012 bertempat di Kec. Tanjung Lago Kab. Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan.

Lomba olahraga diadakan disamping untuk memeriahkan HGN, yang terpenting adalah mempererat tali silahturahim antar guru-guru yang berada di Kec. Muara Telang, Makarti Jaya, Air Saleh, Tanjung Lago dan Talang Kelapa.

Sedangkan untuk kegiatan bakti social rencananya akan diadakan donor darah, kerja bakti membersihkan tempat-tempat suci keagamaan.

Semua kegiatan di atas dilakukan untuk pertama kalinya pada tahun 2009, kegiatan di pusatkan di kec. Makarti Jaya. Kegiatan yang ke-2 pada tahun 2010 kegiatan di pusatkan di Kec. Air Saleh, yang ke-3 tahun 2011 di Kec. Muara Telang dan untuk tahun 2012 kegiatan di pusatkan di kec. Tanjung Lago.

Selamat bertanding dan selamat Hari Guru Nasional tahun 2012.

Soal SBK

PEMERINTAH KABUPATEN BANYUASIN
DINAS PENDIDIKAN
KELOMPOK KERJA GURU ( KKG )
SD GUGUS 04 KECAMATAN MUARA TELANG
Jalur 3  Jembatan 2 Sumberjaya 30765

SOAL ULANGAN TENGAH SEMESTER
SD GUGUS 04
TAHUN PEMBELAJARAN 2012/2013

Mata Pelajaran    :  S B K
Kelas / Semester:  6 / I
Waktu        :  90 menit

I.PILIHAN GANDA

1.Kain tenun bermotif melati adalah kain tradisional dari ….
a. Sambas     b. Sumba
c. Lampung     d. Sumatera Barat

2.Motif stilasi bunga dan geometris pada kain songket dari ….
a. Sambas     b. Sumba
c. Lampung     d. Sumatera Barat

3.Kain batik dari Cirebon memiliki motif ….
a. binatang     b. tumbuhan
c. burung     d. ular

4.Kain tradisional dari Lampung adalah ….
a. songket     b. tapis
c. batik     d. kain panjang

5.Gambar di bawah merupakan ornamen pada atap rumah dari adat ….
a. Sumatera  Barat
b. Kalimantan Timur
c. Sumatera Selatan
d. Jawa Barat

6.Gambar di bawah ini adalah motif hias perisai dari ….
a. Nusa Tenggara Timur
b. Kalimantan Timur
c. Papua
d. Bali

7.Batik yang motifnya dibentuk dengan tangan, yaitu digambar dengan pensil dan canting adalah batik ….
a. tulis     b.cap
c.sablon     d. painting

8.Batik cap adalah batik yang pembuatannya menggunakan ….
a. tulis     b.stempel
c.sablon     d. painting

9.Batik yang motifnya dicetak dengan klise (hand print ) adalah batik ….
a. jumputan     b. celup
c. sablon     d. printing
10.Batik painting adalah batik yang dibuat tanpa pola, tetapi langsung meramu warna di….
a. gambar     b. lukis
c. bawah kain     d. atas kain.

11.Batik yang penggambarannya menggunakan mesin adalah batik ….
a. stempel     b. jumputan
c. painting     d. printing

12.Proses pembuatannya batik jumputan yaitu dengan cara …. di beberapa bagian kain yang ingin diberi motif.
a. menggambar     b. menyablon
c. mengikat     d. mencuci

13.Bentuk kesadaran terhadap nilai-nilai seni dan budaya.
a. apresiasi     b. keunikan
c. pengamatan     d. pariwisata

14.Salah satu cara untuk mengetahui keunikan motif  hias suatu karya seni adalah dengan melakukan suatu ….
a. apresiasi     b. keunikan
c. pengamatan     d. pariwisata

15.Salah satu peralatan yang digunakan untuk membuat batik tulis adalah ….
a. baskom     b. kompor
c. pena     d. tali

16.Untuk membuat desain batik adalah …..
a. pensil     b. canting
c. lilin      d. panci

17.Terbuat dari bambu, berkepala tembaga dan bercarat (bermulut) disebut ….
a. pensil     b. canting
c. lilin      d. panci

18.Dalam menentukan motif, setiap orang memiliki selera yang ….
a. telah ada     b. lama
c. berbeda     d. sama

19.Yang digunakan sebagai bahan penutup atau pelindung terhadap zat warna adalah ….
a. canting     b. pensil
c. lilin     d. lilin cair
20.Setelah lilin cukup kering, celupkan kain ke dalam larutan ….
a. lilin     b. air
c. kimia     d. pewarna

21.Gambar (1) menjelaskan suasana …. di sekolah.
a. bermain     b. istirahat
c. kerja bakti     d. suana halaman

22.Gambar (2) menjelaskan …. sekolah pada pagi hari.
a. bermain     b. istirahat
c. kerja bakti     d. suana halaman

23.Sebelum boneka dibuat umumnya pekarya membuat …. terlebih dulu tentang bentuk boneka yang akan dibuat.
a. gambar      b. bentuk
c. lukisan      d. rancangan

24.Sketsa boneka dapat dibuat pada selembar ….
a. kain      b. kanvas
c. kertas      d. plastik

25.    Umumnya tali digunakan untuk mengikat bungkusan dan …. sesuatu.
a. menyatukan      b. merekatkan
c. melepaskan      d. menceraikan

26.Tali juga dapat digunakan untuk membuat ….
a. patung      b. boneka
c. sket      d. gambar

27.Gambar di bawah ini menunjukkan pembuatan pola dasar boneka ….
a. ayam
b. kambing
c. kucing
d. bebek

28.Tangga nada yang terdiri dari nada ; do, mi, fa, sol, ti, do’ disebut tangga nada ….
a. mayor      b. minor
c. slendro      d. pelog

29.Tangga nada yang terdiri dari nada ; do, re, mi, sol, la, do’ disebut tangga nada ….
a. mayor      b. minor
c. slendro      d. pelog

30.Gambang kromong merupakan kesenian musik masyarakat ….
a. Madura      b. Betawi
c. Ciamis      d. Palembang

31.Gambang kromong  biasanya untuk mengiringi dan memberikan ilustrasi suasana pada pertunjukan ….
a. ketoprak      b. lenong
c.tari      d. drama

32.Merupakan generasi termuda musik bambu di daerah Banyumas adalah ….
a. calung      b. angklung
c. piano      d. gitar

33.Kesenian musik yang berasal dari desa Waru, Pamekasan, Madura adalah ….
a. bheru      b. jedor
c. tambur      d. terompet

34.Orkes Batak Toba disebut ….
a. bheru      b. tataganing
c. sendratari      d. orkes melayu

35.Kesenian khas dari wilayah pesisir timur laut Jawa Barat (lndramayu-cirebon dan sekitarnaya) adalah ….
a. bheru      b. angklung
c. tarling      d. tataganing

II.  Isian Singkat !

1.Batik jumputan disebut juga batik ….

2.Tempat untuk menyampirkan kain disebut ….

3.Gambar ilustrasi dapat berbentuk ….

4.Sketsa sama artinya dengan ….

5.Menghias boneka sesuai dengan ….

6.Biasanya terbuat dari sutra, katun, atau campuran poliester adalah ….

7.Seperangkat alat musik yang dimainkan dengan tangga nada slendro dan pelog disebut …

8.Cara memainkan alat musik sangat beragam, ada yang digesek, ditiup, dipukul, dan ….

9.Keberagaman musik daerah merupakan kekayaan budaya Indonesia, untuk itu musik daerah perlu di ….

10.Senjata tradisional selain berfungsi sebagai senjata juga berguna sebagai salah satu unsur pelengkap dalam ….

III.  URAIAN

1.Apakah yang dimaksud dengan gambar ilustrasi ?

2.Bagaimana cara melestarikan musik daerah ?

3.Apakah yang dimaksud dengan membatik ?

4.Tuliskan 3 ragam motif  hias  Nusantara !

5.Tuliskan 4 jenis-jenis batik berdasarkan metode pembuatannya !

PK Guru

Penilaian kinerja guru yang mendapat tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah : 25 % dari Kegiatan Pembelajaran dan 75 % dari penilaian kinerja sebagai Kepala Sekolah